Menu

Science, Technology, and Art

   Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia menunjukan peningkatan yang pesat. Perkembangan tersebut tidak lepas dari peran Kementerian Riset, Teknologi dan, Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti) yang terus beradaptasi pada era revolusi industry 4.0 dan meningkatkan inovasi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman.

   Generasi milenial menjadi ujung tombak untuk terus melakukan riset guna menghasilkan kebaruan-kebaruan dalam dunia sain dan teknologi. Namun sayangnya dari tahun ke tahun terus terjadi penurunan minat dikalangan generasi milenial untuk melirik bidang keilmuan dan teknologi. Hal inilah yang menjadi dasar Kemenristekdikti menggagas sebuah pameran dengan menggandeng anak-anak muda pelaku usaha berbasis teknologi, design, dan kreatif yang bertajuk Science, Technology, and Art  2018 pada tanggal 14-17 Novemver di Gedung Filateli Jakarta.

     Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti Muhammad Dimyati menyatakan bahwa, pameran ini sebagai uapaya menarik minat serta mengenalkan dan mendekatkan iptek kepada generasi milenial.

“Generasi milenial perlu diberikan saluran komunikasi dan wahana untuk mengalirkan tradisi dan budaya termasuk dalam penelitian dan pengembangan.” katanya saat memberikan arahan dalam pembukaan pameran Science, Technology, and Art Fair 2018 di Gedung Filateli, Jakarta Pusat, Rabu (14/11).

    Dalam menarik minat generasi milenial, pameran sains ini dikemas dengan cara berbeda yang lebih artistik, dan kekinian. Lima hasil riset bidang maritim, pangan dan energy berkelanjutan ditampilkan dengan konsep digital menggunakan teknologi Augmented Reality (AR), yang merupakan hasil integrasi dari informasi digital dengan lingkungan pengguna secara bersamaan yang akan membuat pengunjung dapat melihat dunia nyata melalui layar gadget. Serta penggunaan video mapping yang memungkinkan penyajian informasi interaktif dan artistik.

***